Menu Tutup

Kisah Mengerikan Dalam Dunia Sepak Bola, Andres Escobar

Kisah Mengerikan Dalam Dunia Sepak Bola, Andres Escobar

Kisah Mengerikan Dalam Dunia Sepak Bola, Andres Escobar

Duniamistis.com – Cerita berawal saat Piala Dunia 1994 mengawali kick off-nya pada tanggal 18 Juni. Pertandingan pembuka menghadapkan Amerika Serikat dengan Swiss di Pontiac Silverdome, Detroit, 18 Juni 1994. Amerika cuman dapat bermain seri 1-1 melawan Swiss.

Seterusnya, Kolombia harus senang mengaku keunggulan Rumania 1-3 di Rose Bowl, Los Angeles, 18 Juni 1994. Rumania pimpin klassemen sementara dengan perolehan tiga point, diikuti Amerika Serikat dan Swiss (1 poin), dan Kolombia belum memperoleh point.

Di laga kedua, Rumania di luar perkiraan kalah dari Swiss dengan score mutlak 1-4 di Pontiac Silverdome, Detroit, 22 Juni 1994. Kompetisi makin ketat di Group A. Amerika Serikat harus menang atas Kolombia di laga kedua, untuk buka kesempatan maju ke sesi kualifikasi group. Namun, Kolombia diunggulkan untuk menang di laga itu.

Kolombia Piala Dunia 1994
Kolombia Piala Dunia 1994

Dalam laga itu, Amerika Serikat dan Kolombia bermain terbuka di Rose Bowl, Los Angeles, 22 Juni 1994. Jual beli gempuran terjadi. Tetapi, Amerika Serikat sukses unggul lewat gol bunuh diri Andres Escobar di menit ke-35. Escobar salah mengantisipasi gempuran Amerika Serikat. Amerika Serikat pada akhirnya menambahkan gol di menit ke-52 lewat Earnie Stewart. Kolombia baru dapat mengecilkan posisi melalui gol dari Adolfo Valencia.

Tidak ada yang menduga jika ketidaksengajaan itu membuat Andres Escobar harus bayar dengan nyawanya.

Pembunuhan Andres Escobar

Pembunuhan Andres Escobar
Pembunuhan Andres Escobar

Lima hari berlalu atau persisnya 2 Juli 1994, khalayak pecinta sepak bola dunia dihebohkan dengan kabar berita pembunuhan Andres Escobar. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu dibunuh di satu club malam Kolombia. Dia ditembak orang tidak dikenali. Peristiwa itu diprediksi terjadi pada jam 03.30 pagi hari WIB. Ada sekumpulan orang meneriakan nama Escobar dengan wujud penghinaan. Escobar tidak terima dan lakukan pembelaan, tetapi seorang pria mendadak keluarkan pistol kelas 38 mm. Pria itu menembaki Escobar sekitar 12 kali.

Pria itu tembak Escobar sekalian berteriak “Thanks for the own-goal, hijueputa!” yang bermakna terima kasih atas gol bunuh diri-mu, anak pelacur.” Kawan-kawan pria itu meneriakan “Goal”, seperti seorang pengamat bola menyongsong gol.

Si aktor lari tinggalkan posisi peristiwa dengan mobil pribadinya. 45 menit selanjutnya Escobar dipastikan wafat pada usia 27 tahun, sesudah sempat pernah dibawa ke rumah sakit. Jasad Escobar selanjutnya disemayamkan di Montesacro cemetery, Medellin.

Faksi Kepolisian Kolombia pada akhirnya tangkap Humberto Castro Munoz saat malam hari sesudah peristiwa. Dia sebagai aktor pembunuhan Andres Escobar. Faksi Kepolisian Kolombia pada akhirnya keluarkan bukti jika pembunuhan Escobar didasari gol bunuh dianya ke gawang Amerika Serikat. Bila itu tidak ada, Kolombia akan sukses mengambil langkah ke set seterusnya di Piala Dunia 1994.

Dia diminta oleh majikannya, Santiago Gallon, untuk menghabiskan nyawa Escobar untuk membalas rugi besar karena kalah taruhan agen bola yang dilakukannya. Castro Munoz sendiri sebagai kaki tangan kartel narkoba di Kolombia.

Cerita Rekan Team Andres Escobar, Carlos Valderrama

Carlos Valderrama
Carlos Valderrama

Bekas pemain tim nasional Kolombia, Carlos Valderrama, tidak dapat lupakan tragedi paling besar di sepak bola Kolombia. Bekas pemain yang berposisi sebagai pemain tengah itu tetap trauma dengan sinetron gol bunuh diri yang berbuntut pembunuhan pada bekas rekanan segrupnya, Andres Escobar.

Escobar wafat dalam kejadian ironis selesai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ia dibunuh dengan ditembak sekitar 6x di muka kelab malam El Indio pada 2 Juli 1994. Dalam laporan media di Kolombia, beberapa penembak beritanya meneriakkan ‘Gol!’ setiap melepas shooting ke arahnya. Escobar juga langsung meninggal pada tempat.Pembunuhan itu juga diperhitungkan karena kemarahan beberapa pembunuh karena kejadian gol bunuh diri yang dilaksanakan bekas bek tengah Kolombia itu.

Escobar memang menjadi sorotan tajam khalayak sepak bola Kolombia. Masalahnya ia membuat gol bunuh diri di menit ke-35 saat menantang Amerika Serikat di Group A Piala Dunia 1994. Escobar usaha menepis sepakan striker team Paman Sam, John Harckes. Tetapi, bola yang berkenaan kakinya justru ke arah gawang teamnya sendiri dan kecolongan.

Gol itu membuat tuan-rumah di atas angin. Amerika Serikat juga menang 2-1 atas Kolombia. Runtutan kejadian gelap itu juga yang susah ditendang dari daya ingat Valderrama, rekanan segrup Escobar.

“Tak pernah terjadi sebelumnya di belahan bumi manapun kejadian seperti ini [pembunuhan terhadap pesepakbola karena hasil di lapangan],”

Valderrama juga sedikit menyesalkan andaikan Escobar mengikut anjuran official team supaya janganlah lekas pulang ke negara mereka selesai kekalahan malu-maluin itu. Masalahnya sempat pernah tersebar berita jika akan ada intimidasi di Kolombia susul kekalahan malu-maluin itu.

“Itu momen yang menyedihkan. Kami tersingkir [dari Piala Dunia 1994]. Mereka [ofisial tim] menawarkan kami dua pilihan, kembali ke Kolombia atau bertahan untuk sementara di Amerika Serikat. Saya pilih bertahan.”

“Kemudian ketika saya berada di pesawat untuk pulang [ke Kolombia]. Hari itu pula terjadi pembunuhan terhadap Andres [Escobar]. Pramugari pun sempat memberitahu saya terjadi pembunuhan terhadap rekan setim saya timnas di Kolombia,”.

Walau pramugari tidak memberitahukan nama korban pembunuhan, nama Escobar yang tebersit dalam pikiran Valderrama

“Saya masih terguncang. Saya sangat gelisah di kursi pesawat. Dia [pramugari] tidak mau memberitahu saya bahwa itu adalah Andres Escobar [ketika itu].”.

“Waktu berlalu dan saya tidak bisa melupakannya hingga sekarang. Hanya karena permainan sepak bola di lapangan, mereka tega menghabisi Anda,”.

Patung Andres Escobar
Patung Andres Escobar

Nama Escobar juga sampai sekarang ini masih didokumentasikan. Tiap tanggal meninggalnya, simpatisan club Atletico Nacional yang melambungkan Escobar dan tim nasional Kolombia, selalu mengingatinya. Belum juga, Pemerintahan Kota Medellin membuat patung Escobar di tanah kelahirannya, Medellin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *